3 Paragraf

Posted: Agustus 6, 2011 in Fantasi dan kontemplasi pribadi

“Kamar”

Kamar ini adalah tempatku bermimpi baik saat sudah terlelap maupun saat masih terjaga. Barang-barangnya selalu tersusun dengan tidak rapih dan terkadang sulit untuk ditemukan ketika dibutuhkan. Lantainya pun penuh dengan kertas dan pakaian yang sulit untuk dilewati.

Kamar ini adalah dunia yang lebih luas dari bumi. Terkadang aku merasa bosan dengan hal-hal yang kutemukan diluar sana, namun aku selalu menemukan hal baru apabila aku berada cukup lama di kamar ini.

Kamar ini hanyalah sebuah kamar. Kau hanya akan menemukan sebuah tempat tidur untuk berbaring, lemari pakaian tempatku menyimpan semua baju dan celanaku, dan sebuah meja belajar kecil yang nyaman untuk dipakai membaca.

“Pohon”

Pohon itu adalah sebuah pohon yang sangatlah tua. Dia bertempat tinggal di pinggir jalan raya kota kecil ini bersama dengan pohon-pohon tua yang lainnya. Menyembunyikan matahari dari para pejalan kaki.

Pohon itu adalah pohon muda yang masih sangat rapuh dan mungil. Hanya sebuah batang kecil di depan kompleks rumahku yang seakan tidak dapat hidup lebih lama lagi. Bersandar pun mungkin kita akan jatuh bersama dengan pohon tersebut.

Pohon itu selalu menjadi perhatian masyarakat dan tidak pernah kesepian dari pandangan mata mereka yang menghampiri, mungkin karena sejarah mereka yang menanam pohon tersebut. Hanya malam yang dapat menenangkan kehidupan pohon tersebut.

“Bunga”

Bunga ini hanya sekuntum bunga mawar kecil berwarna merah yang kubeli di pinggir jalan pada malam hari. Pagi hari ia hampir saja layu walau aku telah menyimpannya di sebuah pot plastik berisikan air. Namun bunga itu dapat membuat kekasihku tersenyum manis kepadaku di sepanjang hari.

Bunga ini adalah satu dari sekian banyak bunga di pesta pernikahan ini. Dia sangatlah indah dan mereka pun begitu mempesona ketika dirangkai menjadi satu kesatuan. Tetapi tetap hanya sebagai aksesoris dan tidak pernah menjadi perhatian utama.

Bunga ini kecil dan berwarna putih, tersembul di sela-sela kerikil di pinggir jalan setapak.Tiba-tiba dia mati terinjak oleh anak-anak kecil yang sedang berlarian. Bunga kecil ini pun berubah nama menjadi bunga gepeng.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s