Nilai dan Peran ASEAN Blogger Terhadap Komunitas ASEAN 2015

Posted: Agustus 29, 2011 in Opini Sosial, Budaya, Politik

ASEAN BloggerSetiap 4 tahun sekali kita akan melihat negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara terlibat di dalam ASEAN Games, dimana para atlit terbaik dari negara-negara tersebut berjuang untuk menjadi yang terbaik di kawasan ini. Di tengah kompetisi yang ketat tersebut tetap tercermin semangat sportivitas dan persatuan dari setiap elemen dari momen tersebut. Baik itu para kontingen dari setiap negara sampai dengan para suporter yang mendukung masing-masing negaranya. Semuanya berbaur menjadi satu untuk merayakan momen olah raga yang spesial ini.

Sayangnya hanya di saat seperti itu negara-negara ASEAN mengenal arti dari kata persatuan. Selebihnya kawasan ini hanyalah seperti kumpulan negara-negara berkembang yang saling berjuang sendiri dan ASEAN sebagai lembaga yang menaunginya seperti kesulitan untuk memfasilitasi integrasi secara sosial, politik, maupun ekonomi dari negara-negara anggotanya.

Berbicara tentang kawasan ini terlebih dahulu kita perlu memetakan siapa-siapa saja yang tergabung di dalam kawasan ini. Wilayah Asia Tenggara terdiri dari 10 negara yang anggotanya sebagian besar adalah negara-negara berkembang di Asia. Negara dengan tingkat ekonomi termaju di kawasan ini Singapura diikuti oleh negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Asia dalam beberapa tahun terakhir ini telah tumbuh menjadi kekuatan ekonomi dunia. Walaupun begitu negara-negara Asia Tenggara sebagai bagian dari regional Asia sepertinya masih berkutat dengan masalah-masalah internalnya seperti konflik politik dan tingginya angka korupsi.

Apakah itu Komunitas ASEAN 2015?

Dengan kondisi ini dan keinginan untuk mengejar ketertinggalan Asia Tenggara yang sepertinya semakin jauh dari negara-negara Asia lainnya, maka terbentuklah kesadaran untuk bergotong royong dan saling bahu membahu dalam meningkatkan daya saing negara-negara Asia Tenggara. Kesadaran ini akhirnya berwujud dalam “Komunitas ASEAN 2015″ yang bertujuan untuk membangun integrasi negara-negara ASEAN khususnya dalam tiga sektor/pilar yaitu: Politik-Keamanan, Ekonomi, dan Sosial-Budaya.

Dalam pilar Politik-Keamanan dalam Komunitas ASEAN 2015 masyarakat ASEAN didorong untuk memajukan kerjasama politik dan masing-masing negara ASEAN diharapkan dapat berperan aktif untuk menjaga keamanan serta stabilitas regional Asia secara umum dan Asia Tenggara secara khusus. Hal ini amat penting mengingat kondisi politik global yang memanas dikarenakan oleh krisis ekonomi dan sentimen agama yang muncul di level internasional.

Pada pilar Ekonomi negara-negara ASEAN akan memiliki wadah pada komunitas ASEAN 2015 untuk mempercepat kerjasama dalam bidang ekonomi. Dengan cara mendorong integrasi para pelaku pasar dan mengembangkan mekanisme serta regulasi untuk mempermudah sektor-sektor usaha utama di ASEAN tumbuh dengan optimal. Dengan semakin terintegrasinya para pelaku pasar ASEAN dan aspek-aspek pendukungnya diharapkan negara-negara ASEAN dapat semakin bersaing dengan negara-negara industri lainnya.

Yang terakhir dan yang tidak kalah pentingnya adalah pilar sosial-budaya yang mencakup kerjasama dibidang pendidikan, kebudayaan, teknologi, pembangunan sosial, kemiskinan, tenaga kerja, dan lainnya. Apabila terwadahi dengan baik kerjasama ini dapat secara signifikan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di negara-negara ASEAN.

Komunitas ASEAN 2015 adalah sebuah rencana besar dari berbagai pihak yang menginginkan peningkatan kualitas negara-negara ASEAN dalam berbagai aspek. Namun, seperti setiap rencana besar lainnya pembentukan Komunitas ASEAN 2015 akan menghadapi banyak tantangan sebelum rencana ini dapat memberikan dampak yang nyata terhadap perkembangan wilayah ASEAN sebagai sebuah kawasan yang kuat. Tantangan itu sendiri terbagi ke dalam dua sisi. Apakah itu tantangan eksternal dari berbagai pihak yang ada di kawasan Asia Tenggara, maupun tantangan internal dari para penggiat program ini.

Tantangan pertama yang akan dihadapi oleh komunitas ASEAN 2015 adalah budaya birokrasi yang masih banyak terjadi di negara-negara ASEAN yang rata-rata adalah negara berkembang. Birokrasi adalah budaya yang bertolak belakang dengan visi komunitas ASEAN 2015 yang mengedepankan integrasi antar berbagai pihak dan kemampuan untuk terus beradaptasi dengan perubahan dunia yang berputar semakin cepat. Karena birokrasi akan mempersulit dan memperlambat seluruh proses perubahan yang diusung oleh komunitas ASEAN 2015, maka akan sulit bagi berbagai pihak untuk dapat berperan aktif dalam proses perubahan ini.

Tantangan kedua adalah melibatkan secara aktif berbagai pihak di ASEAN untuk turut serta dalam proses perubahan yang diusung oleh Komunitas ASEAN 2015. Dengan terlibatnya banyak negara dalam gerakan Komunitas ASEAN 2015 ini tidak akan sulit dalam mempromosikan kegiatan dari komunitas ini. Walaupun begitu tidak akan mudah melibatkan berbagai macam elemen di Asia Tenggara di dalam gerakan ini, dikarenakan berbagai tingkat kepentingan yang berbeda yang akan sulit untuk disatukan.

Tantangan ketiga adalah pengaplikasian dari perencanaan dan program yang diusung oleh para penggiat Komunitas ASEAN 2015. Akan menarik untuk menanti bagaimana komunitas ini akan tetap konsisten menjalankan program-programnya ketika dihadapkan dengan tantangan yang ada. Dan juga bagaimana komunitas ini dapat menciptakan program yang dapat secara tepat menjawab kebutuhan dari kawasan ini.

Bagaimana ASEAN Blogger Dapat Berperan Dalam Gerakan Ini?

Peran blogger terutama para ASEAN Blogger dalam sangat vital dalam mendorong keberhasilan komunitas ASEAN 2015. Karena dengan ikut berperan aktifnya para blogger, komunitas ini dapat tumbuh sebagai gerakan akar rumput yang bisa menyentuh secara langsung masyarakat yang tinggal di negara-negara ASEAN.

Peran yang dimiliki oleh para ASEAN Blogger untuk membantu gerakan Komunitas ASEAN 2015 ini dapat disebut juga sebagai peran “Community Feedback”. Komunitas ASEAN 2015 tidak hanya dibuat untuk golongan terbatas seperti institusi publik dan para pengusaha. Tidak, gerakan ini dibuat untuk seluruh lapisan masyarakat yang berada di dalam kawasan ASEAN dan dalam kondisi ini ASEAN Blogger dapat memainkan perannya secara optimal sebagai penyambung lidah masyarakat kepada pembuat program Komunitas ASEAN 2015.

Dengan para blogger yang memiliki akses langsung yang lebih luas terhadap masyarakat, kita dapat mengetahui bagaimana masyarakat menilai program-program yang dijalankan oleh komunitas ASEAN 2015. Hal-hal apa yang sebenarnya diinginkan oleh masyarakat dari gerakan ini dan bagaimana masyarakat umum dapat berperan untuk turut mendukung keberhasilan dari visi Komunitas ASEAN 2015.

Sebagai hasil dari terlibat aktifnya para blogger di dalam forum dan komunitas yang mereka ikuti di dunia maya untuk mempromosikan program-program yang dijalankan oleh Komunitas ASEAN 2011. Mereka dapat secara langsung mendapatkan masukan dari berbagai golongan masyarakat mengenai program-program yang dijalankan. Bahkan dengan akses yang sedemikian luas akan mempermudah penggiat komunitas ASEAN 2015 untuk mengerti secara langsung kondisi dan pola pikir dari masyarakat ASEAN, sehingga dapat terciptalah program dan gerakan yang lebih mengena terhadap kebutuhan masyarakat ASEAN secara umum.

Seperti dikatakan sebelumnya di tulisan ini bahwa Komunitas ASEAN 2015 adalah sebuah pergerakan dengan cita-cita besar yang membutuhkan usaha yang keras dan akan juga tantangan-tantangan yang besar di dalam perjalanannya. Dengan turut berperan aktifnya para blogger yang tergabung dalam ASEAN Blogger dalam pergerakan ini dapat membantu meningkatkan peran aktif masyarakat ASEAN. Sehingga Komunitas ASEAN 2015 dapat menjadi sebuah pergerakan yang tidak hanya menjadi milik golongan tertentu saja, tetapi menjadi sebuah gerakan masif yang melibatkan seluruh masyarakat ASEAN.

Catatan Akhir:

“Kalau begitu siapakah para ASEAN Blogger yang dapat membuat segala perbedaan tersebut? Mereka adalah aku dan kamu. Ya, masing-masing dari kita dapat melakukan itu semua dan yang perlu kita lakukan sekarang adalah mulai menulis dan mempromosikan tulisan kita”

Komentar
  1. Sindhu mengatakan:

    Tidak hanya dari segi promosi, bahkan blogger pun bisa mengontrol pergerakan Komunitas ASEAN 2015.
    Apalagi, basis kita adalah para blogger yg memang kebanyakan bergabung dalam sebuah komunitas.
    Tulisan yg menarik.

    Tulisan saya: http://0sprey.wordpress.com/2011/09/07/laskar-blogger-sebagai-pendorong-dan-pengawal-komunitas-asean-2015/

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s